Jumat, 16 Maret 2012

ARTIKEL

Mendukung SAR Goes to School

SAR Goes to school?Gebrakan pemerintah kali ini dalam upaya menghadapi berbagai bencana khususnya bencana banjir pantas direspon. Pasalnya, secara empiris, bencana kerap terjadi bahkan ada daerah yang menjadi langganan banjir. Kadang kita sering kecolongan, antara bencana dengan tindakan tidak sinkron. Sehingga, gerakan SAR goes to school yang kali ini didengungkan pemerintah perlu ditindak lanjuti oleh sekolah-sekolah.
Bencana lama kerap mengorbankan saran sekolah, maka siswalah yang menjadi korban. Korban dalam arti sekolah diliburkan otomatis pembelajaran tidak berjalan. Belum lagi jika ruang kelas roboh maka nyaris siswa yang pasti menjadi korban. Idealnya, SAR goes to school menjadi mitra sekolah dalam mengantisipasi bencana. Selain SAR , juga ada tim Tagana yang sewaktu-watu siap membantu evakuasi bencana alam. Hanya saja, jika program SAR goes to school ditindaklanjuti sekolah, maka berarti sekolah memiliki beberapa keuntungan, antara lain pertama sekolah bisa memiliki tim penanggulangan bencana yang anggotanya siswa dibantu tim SAR. SAR goes to school memiliki urgensi yang tepat bagi sekolah untuk memudahkan koordinasi penganggulangan bencana.
Kedua, sekolah secara tidak langsung menanamkan gerakan sadar lingkungan dan tanggap bencana kepada warga sekolah, khususnya para siswa. Siswa menjadi subjek dan objek pendidikan lingkungan yang diasumsikan masih mudah diarahkan dan dibimbing. Adanya SAR goes to school menjadi terobosan dan langkah teknis pemerintah dalam melibatkan satuan pendidikan. Program ini, ditekankan pada partisipasi aktif sekolah pada upaya penanggulangan bencana. Tiap musim hujan, misalnya daerah-daerah tertentu kerap dilanda bencana. Jika kondisi siswa dan warga sekolah tidak siap, maka jika bencana melanda bisa membuat kalang kabut warga, termasuk siswa dan pemerintah. Pemerintah mengalokasikan anggaran tanggap darurat bencana yang besarannya lumayan. Hanya kendala selama ini laporan penggunaannya belum transparan.
Kondisi kemampuan keterampilan manajemen keuangan bencana dan teknis pertolongan evakuasi perlu diberikan kepada siswa sejak dini. Siswa perlu memperoleh wawasan dan teknik tanggap bencana. Maka melalui SAR goes to school diharapkan siswa bisa mendapatkan pengalaman empirik yang tentu bisa mendukung kemampuan mereka dalam menghadapi bencana alam. Siswa bisa melakukan aksi-aksi nyata pertolongan dan proses evakuasi korban bencana.
Program SAR goes to school mungkin program baru, sehingga masyarakat belum memahaminya. Namun, esensi perlu ditangkap sebagai peluang bagi sekolah. Bahkan konsekuensi dari program ini, pemerintah bukan sekadar memberikan pelatihan saja, namun bisa pula membantu dalam dana tanggap darurat khusus sekolah, dan peralatan misalnya mobil evakuasi, makanan, dan peralatan tanggap bencana lainnya. Gerakan SAR goes to school menjadi program nyata pemerintah yang perlu dilaksanakan setiap sekolah, khususnya sekolah yang berada pada zona bencana.
SAR goes to school sebaiknya dilaksanakan pada, pertama komitmen yang dibuktikan melalui MoU antara sekolah, SAR dan Pemerintah. Kerja sama ini dibuktikan dengan keseriusan pelaksanaan latihan rutin tanggap darurat di sekolah. Kedua program kerja yang jelas untuk dijabarkan dan disesuaikan dengan program atau rencana aksi sekolah(RAS). Meskipun bersifat tanggap darurat namun perlu disusun rencana aksi sekolah. Melalui rencana tersebut, arah dan kebijakan serta target tujuan bisa diketahui public. Sekolah menjadi lebih leluasa dan bisa memberikan pertanggungjawaban secara transparan jika berkaitan dengan anggaran.
Sekali lagi, pelaksanaan SAR goes to school menjadi pioneer supaya siswa memiliki kemampuan teknik dasar yang dilakukan untuk menghadapi bencana. Misalnya untuk wilayah yang sering terkena bencana banjir, maka sekolah bisa melakukan pelatihan dengan dibantu tim SAR mengenai teknik penyelamatan korban dan latihan evakuasi korban bencana.
Rencana SAR goes to school menjadi kebijakan yang patut diapresiasi khususnya pihak sekolah. Sekolah bisa memperoleh deskripsi dan pelatihan tanggap bencana. Bukankah selama ini, sekolah sering menjadi korban bencana?Tidak salah jika pemerintah melakukan terobosan ini. Paling tidak bisa menjadi batu loncatan sekolah agar tanggap terhadap bencana. Lebih tepatnya siswa bisa mendapatkan ilmu dan training tanggap bencana. Baik pencegahan (preventif) maupun penanganan darurat bencana.
Program SAR goes to school, bisa dijadikan pilar-pilar penyelamatan bencana. Pilar pertama yaitu edukasi bagi siswa dan guru. Pendidikan yang diberikan bersifat short courses yang bisa diikuti oleh siswa dan guru pembimbing. Pada tataran ini siswa bisa saja melakukan langkah-langkah yang disesuaikan dengan prosedur tetap tanggap bencana. Ini strategi yang bisa diterapkan jika sekolah mengalami bencana atau antisipasi bencana.Pilar kedua, program ini bisa sjaa bersifat komprehensif, yang menyentuh semua stakeholder pendidikan, sampai level sekolah bahkan kelas. Sekolah bisa membentuk community kecil untuk efektifitas training tanggap bencana. Dari segi kemauan, aspek kemampuan fisik dan kejiwaan, serta dukungan orangtua, sangat membantu program SAR goes to school. Jadi, tanggap bencana menjadi tanggungjawab bersama. Tugas guru yaitu memberikan pemahaman arti pentingnya SAR dan pendidikan peduli lingkungan.
Jangan sampai bencana dating, siswa yang menjadi korban. Upaya sigap sekolah dan masyarakat perlu ditingkatkan. Dengan adanya SAR goes to school bisa menjadi pola kemitraan upaya tanggap bencana.Belum lagi jika dibantu oleh tim TAGANA. Selain itu, program ini bisa dikolaborasikan dengan ekstrakurikuler PMR atau pramuka. Peran dari ekstrakurikuler sangat membantu sekolah dalam menghadapi bencana.
Bagi pihak guru, bisa melakukan langkah-langkah cerdas, yaitu memompa semangat berkorban pada anak didiknya. Selain itu juga mendidik jiwa peduli lingkungan. Kita sadari bahwa kondisi bumi kita sudah rapuh. Jika sekolah-sekolah di Indonesia aktif dalam upaya pelestarian lingkungan, bumi bisa diselamatkan.
Sekolah perlu menjalin kemitraan lain, untuk merealisasikan peduli lingkungan, misalnya bergabung dengan community go green yang sedang didengungkan. Penyelamatan bumi dari bencana alam, menjadi tanggungjawab bersama. Sehingga peran sekolah bisa menjadi kantung-kantong tanggap bencana. Tak kalah penting, sekolah membangun pola kemitraan dengan pihak kedua, supaya upaya tanggap bencana bisa dilakukan.
Tak kalah penting, manfaat bagi sekolah yaitu pembelajaran manajerial bagi guru dan siswa. Manajerial system tanggap darurat dan system manajemen informasi.

PIDATO

TEKS PIDATO BAHASA JAWA

Assalamu’alaikum wr.wb.
Nuwun kula nuwun
Mahardikeng tyas ring kamardhikan
Nugraha miwah sih wilasaning Gusti Ingkang Maha Wikan
Muga sanintyasa cumandha ing jiwangga kitha swagotra
Waradin sagunging dumadi
Niskala widodo satuhu

Para dewan juri ingkang satuhu kinurmatan
Dumateng para peserta patembayan ingkang kula tresnani
Sumangga ingkang sepisan kula panjenengan sedaya tansah ngaturaken syukur dumateng Allah SWT Gusti ingkang Maha Kuwaos, dene kula panjenengan sedaya tansah pinaringan kasarasan saha kawilujengan sumrambah sedayanipun.
Ing kalodhangan menika keparenga kula badhe matur babagan upados kangge nyegah wontenipun bena saha rob ing laladan Semarang. Perkawis menika minangka salah satunggaling sapta program pamarentah kitha Semarang samangke ingkang kedah dipunsengkuyung dening warga sakitha Semarang.
Kita sedaya asring miring tembung : Semarang kaline banjir, aja sumelang yen rak dipikir….Tembung saha tembang menika kados-kados jumbuh kaliyan kawontenan kitha Semarang samangke ingkang asring kenging rob saha bena. Rob saged ndadosaken kawontenan sarana umum risak. Kados to margi, peken, rel sepur, lan sanesipun.
Rob ingkang kedadosan wonten kitha Semarang amarga toya seganten. Dene bena menika kedadosan saking toya jawah ing asring sanget wonten Semarang. Semarang menika kawentar laladan ingkang asring kenging rob saha bena.
Jumbuh kaliyan Sapta Program pamarentah kitha Semarang samangke, pamarentah nggadhahi tekad supados angsal piala Adipura malih. Mila, sedaya warga Semarang kedah nyengkuyung wontenipun program menika. Mliginipun ing babagan karesikan, rob saha bena ingkang asring kedadosan.


Para rawuh ingkang kula urmati,
Kangge nyegah kedadosan bena umpaminipun saged dipuntindakaken normalisasi lepen. Ningali lepen-lepen ing laladan Semarang samangke kawontanipun kirang resik. Mila toya jawah boten saged mili kanthi lancer. Mila kedah dipunnormalisasi lepen.
Ing babagan rob, saged mawi nanem bakau kangge nyegah abrasi, margi boten kedah dipunaspal sedaya, nanging saged mawi paving kemawon. Supados toya jawah saged rumesep. Kajawi mekaten, saged ugi para siswa paring pangertosan dumateng warga babagan tata caranipun nyegah rob, bebaya bena lan sanesipun. Kanthi cara-cara mekaten, mugya kitha Semarang boten kenging rob saha bena malih.
Para rawuh,
Toya menika boten namung saged nuwuhake bebaya tumrap kita, nanging toya saged dados aset wisata ing kitha Semarang. Umpaminipun, wontenipun lepen-lepen menika menawi dipunresiki saged kangge sarana transportasi alternative kados ing negari manca. Samangke lepen-lepen ing Semarang taksih katingal reged, kathah larahan ing pundi kemawon.
Rob samangke taksih asring kedadosan ing Semarang, mliginipun ing Semarang ngandhap. Mila menawi dipuntingali, griya-griya ing Semarang ngandhap sansaya inggil. Griya inggil menika supados boten kenging rob ingkang asring kedadosan. Rob saged ngrisak sarana umum sanesipun. Sinaosa, ing Semarang badhe wonten wadhuk Jatibarang, nanging samangke dereng dados. Ancasipun wadhuk menika saged ngirangi toya ing Semarang. Amargi toya rob menika uga ngrisak wewangunan kina (Kawasan Kota Lama) ing Semarang. Gedhung-gedhung kina menika ambruk awit kenging rob. Samangke pamarentah taksih pados tata cara supados rob boten kedadosan malih.
Para rawuh,
Sepisan malih bab rob saha bena menika dados tanggel jawab kita sedaya minangka warga Semarang. Mila mangga nyengkuyung program Semarang bebas rob saha bebas bena menika. Kajawi mekaten, mangga minangka siswa kedah saged paring pangertosan dumateng warga ngengingi bebaya saka rob saja bena. Ugi tansah njagi karesikan lingkungan amrih sedayanipun gilar-gilar. Kangge mujudaken Semarang Setara kaliyan kitha metropolitan sanesipun.
Wusana, mekaten ingkang saged kula aturaken. Menawi kathah lepatipun atur saha kiranging subasita. Kula nyuwun agenging pangaksami.
Wonten tembang menika :….( TEMBANG PRAU LAYAR

Nuwun,
Wassalamu’alaikum wr.wb.
















Para rawuh ingkang kinurmatan,
Mekaten ingkang saged kula aturaken. Mbok menawi kathat lepatipun atur kula saha kiranging suba sita tuwin tata karma, kula nyuwun agenging pangaksami.Nuwun.
Jaya wijayanti,

Senin, 27 Februari 2012

Sastra menjadi bagian yang unik bagi siswa. Tak pelak siswa di SMP 17 Semarang. Guna menghadapi lomba baca puisi SSN, sejumlah siswa aktif berlatih membaca puisi. Target menjadi juara kian santer didengungkan para peserta.
Lomba kali ini akan diadakan di gazebo SMp 17 Semarang tanggal 10 Maret 2012. Peserta harus membawakan 1 judul puisi untuk babak penyisihan. Sedangkan babak final akan diberi puisi baru di tempat lomba. Peserta dari SMP 17 antara lain, ivan, Meinda, Risna, Putri, Suci, Dinda dkk.

Siswa Kelas VIIF, Terendam Banjir

GAra-gara hujan yang cukup lama siang kemarin kelas VIIF terendam banjir setinggi 10cm. Salah satu korban Rifka mengatakan bahwa hujan semapt mengguyur sekolah, siswa pun berhamburan keluar hujan-hujanan (ndeso).
Sebagian siswa mencoba mencari perahu tapi tidak ada,sebagian lagi naik ke genteng. Wah...elek tenan.

Minggu, 26 Februari 2012

MUHASSABAH

Karena Cinta itu Datangnya dari Allah Ta’ala

Kisah seorang suami istri dalam keluarga yang sangat sederhana, melihat rata2 sosok laki nya itu bisa dinilai seorang pria yang cukup sempurna terutama dalam penampilannya, tapi dia mempunyai seorang istri yang mempunyai kelainan dalam fisiknya, dimana wanita tersebut tidak mempunyai kaki sama sekali total dari ujung kaki hingga ujung paha bahkan wanita itu tidak memiliki sama sekali pinggul (bagian dari pangkal paha hingga batas pinggang), jadi sulit sekali bila duduk karena tidak memiliki alas dibawah pinggang tsb.

Tapi kebesaran Tuhan tentu lain, wanita tersebut memiliki suami yang cukup ganteng, masih muda dan sangat cukup sempurna mau memiliki dan mengasihi seorang wanita yang mempunyai cacat fisik bawaan. mereka sekarang dikaruniai dua orang anak yang sangat sempurna dan lucu sekali.

Mari kita simak satu persatu foto2 keluarga tersebut.












'Mgkn terlalu banyak perbedaan,terlalu tinggi harapan,but be sure everything is gonna be OK,bismillah..mungkin dengan kesederhanaannya,keseriusannya,dan komitmennya utk menggenapkan separuh dien kita akan lupa dg ketdksempurnaanya.




Mencintai itu Keputusan

Lelaki tua menjelang 80-an itu menatap istrinya. Lekat-lekat. Nanar. Gadis itu masih terlalu belia. Baru saja mekar. Ini bukan persekutuan yang mudah. Tapi dia sudah memutuskan untuk mencintainya. Sebentar kemudian ia pun berkata, “Kamu kaget melihat semua ubanku? Percayalah! Hanya kebaikan yang akan kamu temui disini.” Itulah kalimat pertama Ustman Bin Affan ketika menyambut istri terakhirnya dari Syam, Naila. Selanjutnya adalah bukti.
Sebab cinta adalah kata lain dari memberi…sebab memberi adalah pekerjaan…sebab pekerjaan cinta dalam siklus memperhatikan, menumbuhkan, merawat dan melindungi itu berat…sebab pekerjaan berat itu harus ditunaikan dalam waktu lama…sebab pekerjaan berat dalam waktu lama begitu hanya mungkin dilakukan oleh mereka yang kuat dan tangguh… maka setiap orang hendaklah berhati-hati saat ia akan mengatakan, “Aku mencintaimu.“ Kepada siapa pun!
Sebab itu adalah keputusan besar. Ada taruhan kepribadian disitu. “Aku mencintaimu,” adalah ungkapan lain dari, “Aku ingin memberimu sesuatu.” Yang terakhir ini juga adalah ungkapan lain dari, “Aku akan memperhatikan dirimu dan semua situasimu untuk mengetahui apa yang kamu butuhkan untuk tumbuh menjadi lebih baik dan bahagia….aku akan bekerja keras untuk memfasilitasi dirimu agar bisa tumbuh semaksimal mungkin…aku akan merawat dengan segenap kasih sayangku proses juga pertumbuhan dirimu dari segala sesuatu yang dapat merusak dirimu dan proses pertumbuhan itu….” Taruhannya adalah kepercayaan orang yang kita cintai terhadap integritas kepribadian kita. Sekali kamu mengatakan kepada seseorang, “Aku mencintaimu,” kamu harus membuktikan ucapan itu. Itu deklarasi jiwa bukan saja tentang rasa suka dan ketertarikan, tapi terutama tentang kesiapan dan kemampuan memberi, kesiapan dan kemampuan berkorban, kesiapan dan kemampuan melakukan pekerjaan-pekerjaan cinta: memperhatikan, menumbuhkan, merawat dan melindungi.
Sekali deklarasi cinta tidak terbukti, kepercayaaan hilang lenyap. Tidak ada cinta tanpa kepercayaan. Begitulah bersama waktu suami atau istri kehilangan kepercayaan kepada pasangannya. Atau anak kehilangan kepercayaan kepada orang tuanya. Atau sahabat kehilangan kepercayaan kepada kawannya. Atau rakyat kehilangan kepercayaan kepada pemimpinnya. Semua dalam satu situasi: cinta yang tidak terbukti. Ini yang menjelaskan mengapa cinta yang terasa begitu panas membara di awal hubungan lantas menjadi redup dan padam pada tahun kedua, ketiga, keempat dan seterusnya. Dan tiba-tiba saja perkawinan bubar, persahabatan berakhir, keluarga berantakan, atau pemimpin jatuh karena tidak dipercaya rakyatnya.
Jalan hidup kita biasanya tidak linier. Tidak juga seterusnya pendakian. Atau penurunan. Karena itu konteks dimana pekerjaan-pekerjaan cinta dilakukan tidak selalu kondusif secara emosional. Tapi disitulah tantangannya: membuktikan ketulusan di tengah situasi-situasi yang sulit. Disitu konsistensi teruji. Disitu juga integritas terbukti. Sebab mereka yang bisa mengejawantahkan cinta ditengah situasi yang sulit, jauh lebih bisa membuktikannya dalam situasi yang longgar.
Mereka yang dicintai dengan cara begitu, biasanya merasakan bahwa hati dan jiwanya penuh seluruh. Bahagia sebahagia-bahagianya. Puas sepuas-puasnya. Sampai tak ada tempat bagi yang lain. Bahkan setelah sang pecinta mati. Begitulah Naila. Utsman telah memenuhi jiwanya dengan cinta. Maka ia memutuskan untuk tidak menikah lagi setelah suaminya terbunuh. Ia bahkan merusak wajahnya untuk menolak semua pelamarnya. Tak ada yang dapat mencintai sehebat lelaki itu.

Senin, 20 Februari 2012

KENALI BAYI SEJAK DINI
Inilah masa yang datar, waktu keluarga mulai menyesuaikan kehidupan dengan seorang bayi yang baru. Orang tua mulai tertata hidupnya dan bayi mulai masuk dalam pola perilaku yang dapat dikenali. "Saat-saat tenang" seorang bayi bisa berubah-ubah dengan masa-masa rewel selama waktu ini, dan bayi mungkin bisa menemukan cara untuk menenangkan diri dan tidak menangis terus: mengisap jari, bolak-balik, atau mencari dan menemukan mainan gantung di atas tempat tidur bayi.
Nafas Tersumbat. Bayi yang normal pada usia ini tidak akan bernafas melalui mulut kecuali bila ia kekurangan udara. Akan tetapi, bayi mungkin akan mengalami hidung sesak sama seperti orang lain juga, karena udara kering, debu, atau bulu halus dari selimut. Alat pelembab di kamar bayi mungkin dapat membantu. Juga dapat membantu kalau tempat tidur bayi di bagian kepala dinaikkan beberapa inci sehingga bayinya dapat menelan udara yang keluar dari hidung. Kalau banyak lendir mengumpul di hidung, beberapa dokter anak akan menganjurkan agar beberapa tetes larutan garam (1/4 sendok teh garam dalam 240 cc air disterilisasi dengan mendidihkannya selama 3 menit) digunakan untuk membersihkan hidung tersebut. Namun, penanganan seperti ini umumnya belum diterima secara menyeluruh. Beberapa praktisi percaya tindakan ini hanya akan menambah iritasi hidung, dan menyebabkan produksi lendir lebih banyak lagi.
Menangis dan kolik. Pada bulan-bulan pertama, menangis sebenarnya hanya merupakan cara seorang bayi untuk berkomunikasi. Menangis sering menandakan rasa lapar, tetapi tidak selalu. Bayi mungkin merasa terlalu panas atau terlalu dingin, basah, takut, atau hanya merasa tidak enak badan. Bayi mungkin sering menangis khususnya selama beberapa hari setelah tiba di rumah dari rumah sakit, karena ia harus menyesuaikan diri dengan rutinitas baru. Bayi yang masih muda sering menangis lama meskipun tidak ada apapun yang terjadi. Beberapa dokter mengatakan bahwa seorang bayi tidak mempunyai cara lain untuk menenangkan diri atau keluar dari proses yang membuatnya lemah karena belajar tentang dunia ini. Bayangkan seperti apa ini, dengan tidak mengerti apapun yang dilihat atau didengar seseorang, tergantung pada orang lain untuk memperoleh setiap rasa nyaman dalam hidupnya. Tentu saja hidup ini melelahkan, dan menangis merupakan cerminan dari kelelahan tersebut. Bayi yang tidak rewel tidak tampak tidur seperti yang lainnya. Di Amerika Serikat, masalah nutrisi serius jarang merupakan alasan mengapa seorang bayi menangis, dan anak yang benar-benar kekurangan gizi akan terlihat lesu dan bodoh. Penyebab bayi menangis yang paling serius ialah infeksi telinga, gangguan pada perut yang mendadak akibat pencernaan yang tidak normal, atau infeksi (khususnya kalau disertai oleh demam). Akan tetapi dalam banyak kasus, ada tanda-tanda lain dari penyakitnya. Bayi tampak sakit dan sering memperlihatkan rasa tidak tertarik tiba-tiba akan makanan. Dalam situasi seperti itu, bayi sering tiba-tiba menangis.
Beberapa bayi di bawah usia 4 bulan menangis selama 12 hingga 14 jam per hari. Masalah yang mengganggu ini dikenal sebagai kolik, dan inilah suatu kondisi yang penyebabnya belum diketahui. Umumnya, kolik mulai pada usia 2 hingga 3 minggu dan menghilang antara bulan ketiga dan keempat. Beberapa bayi yang mempunyai kolik tiba-tiba menjerit; yang lain hanya menangis normal, tetapi selama berjam-jam baru diam. Bayi ini mungkin tampaknya sangat kesakitan, menarik kakinya dan mengeluarkan udara dari perutnya. Dokter anak bahkan tidak setuju tentang apakah kolik ini suatu penyakit atau tidak. Beberapa berpendapat hal ini terjadi karena sistem pencernaan yang belum matang atau gas dalam perut yang kronis; yang lain berpendapat hal ini merupakan kepekaan yang terlalu tinggi terhadap lingkungan yang berisik dan hiruk-pikuk. Memang kolik lebih umum ditemukan pada bayi yang aktif dan peka, dan dapat makin parah akibat ketegangan yang diakibatkannya dalam diri orang tuanya.
Kolik jenis ini tidak berbahaya kecuali disebabkan oleh suatu kondisi yang serius. Ini dapat dipastikan dengan melalukan pemeriksaan terhadap bayi, pengukuran suhu badan, kadang-kadang pemeriksaan feses (kotoran) untuk memastikan apakah ada darah, atau pemeriksaan radiologis perut. Salah satu penyebab serius kolik ialah intususepsi, yaitu terselipnya sebagian usus di atas yang lain. Hal ini menyebabkan pembuluh darah yang menyuplai darah ke usus menjadi kaku dan tersumbat dan, kalau tidak dibetulkan, akhirnya mengakibatkan kerusakan jaringan, penyumbatan usus, dan terdapat darah dalam feses.
Riset baru-baru ini di Swedia, yang mempelajari kolik pada bayi yang masih menyusui melaporkan bahwa kalau ibu tidak lagi meminum produk susu, kolik bayinya akan hilang, dalam sebagian besar kasus, hilang dalam delapan hari saja. Satu-satunya cara lain untuk menangani sebagian besar kolik ialah tindakan menenangkannya, seperti:
Meletakkan bayi tidur di atas perut ibunya
Membungkus bayi dengan erat dalam selimut
Menggendong bayi tegak atau dekat dengan dada dalam gendongan bayi
Membawa bayi naik mobil atau meletakkannya di atas mesin cuci yang sedang dihidupkan agar ia merasakan getarannya.
Kadang-kadang, obat diberikan untuk mencegah spasme (kekakuan) pencernaan, tetapi ini tidak selalu berfungsi dan tidak dianjurkan memberi bayi obat karena sebab yang belum jelas.
Beberapa dokter secara bercanda merujuk kolik sebagai suatu keadaan yang disebabkan oleh bayi dan yang akan mempengaruhi orang tuanya. Barangkali, salah satu masalah yang serius dengan kolik ialah bahwa keadaan ini mengganggu terbentuknya hubungan yang baik antara orang tua dan bayinya. Penting untuk dapat beristirahat dari stres yang disebabkan oleh bayi yang terus-menerus menangis. Caranya dengan kedua orang tuanya secara bergantian mengasuhnya atau dengan melibatkan pengasuh yang dapat dipercaya selama beberapa jam untuk beberapa kali dalam seminggu. Juga, cukup membesarkan hati bila kita tahu bahwa masalah ini selalu hilang sendiri hanya dalam beberapa bulan. Bagi orang tua, kunci utama dengan masalah kolik ialah bertahan sampai bayinya mencapai usia empat bulan, dan di sini kepastian dan nasihat dari dokter anak dapat membantu.
Disintegrasi ego. Banyak bayi rewel setiap hari pada sore hari menjelang malam atau pada awal-awal malam hari. Ahli psikologi anak Anna Freud merujuk masa ini sebagai "disintegrasi ego", yaitu suatu masa waktu bayi letih karena sepanjang hari mencoba menyesuaikan diri dengan lingkungan dan dirinya sendiri, dan kehilangan kontrol atas keseimbangan emosional. Seorang bayi pada usia ini tidak tahu bagaimana harus rileks, dan dengan demikian akhirnya ia menjadi rewel. Sayangnya, masa-masa keras kepala ini sering terkait dengan masa dimana ibunya dan/atau ayahnya tiba di rumah dari tempat kerja, barangkali mengalami suatu disintegrasi ego mereka sendiri. Orang tua sebaiknya memahami bahwa kerewelan ini tidak ada kaitannya dengan penolakan bayi terhadap mereka; sebaliknya, ini merupakan bagian dari siklus normal dalam 24 jam. Orang tua sebaiknya didorong untuk bermain-main dengan bayinya walaupun mereka rewel. Ini dapat berubah menjadi suatu pertemuan yang menyenangkan, karena masa yang tidak biasa ini sering berubah tiba-tiba menjadi masa yang membahagiakan.
Jatuh. Orang tua sebaiknya membiasakan diri untuk tetap memberikan satu tangan pada bayi setiap kali bayi ini berada di meja ganti atau di tempat lain yang memungkinkan bayi ini terjatuh. Sulit mengetahui kapan seorang anak akan belajar membalikkan tubuhnya. Sayangnya, karena tengkorak bayi masih cukup lunak dan sanggup menyerap hantaman karena jatuh, bayi umumnya sanggup menahannya dan tidak terluka meskipun ia jatuh dan sangat menakutkan di mata kita semua. Akan tetapi, kalau seorang bayi tidak memberi tanggapan setelah jatuh atau muntah, atau kalau pupil matanya tidak memberi tanggapan pada sinar langsung yang diarahkan, ia mungkin mengalami gegar otak atau suatu luka lain dalam otak, dan sebaiknya langsung diperiksa oleh dokter.
Minum susu. Orang tua mungkin sangat tergoda untuk memberi makanan formula kepada bayi dan memasukkan botol ke mulut bayi dan kemudian meninggalkannya sendirian. Akan tetapi, tindakan ini sebaiknya dihindarkan. Bayi dapat saja tersedak waktu orang tuanya tidak melihatnya dan tidak mendengarnya. Selain itu, hal ini dapat sangat mengganggu peluang anak mengalami perkembangan normal. Minum susu merupakan masa-masa penting untuk melakukan komunikasi yang penuh kasih sayang bagi bayi dengan minum dari botol maupun dengan menyusu, dan kontak mata juga merupakan hal penting. Kalau dibiarkan sendirian bersama botolnya, ini merupakan tindakan dingin dan tidak menggairahkan untuk mendapatkan makanan, dan mungkin akan menyebabkan masalah perilaku di kemudian hari kalau makanannya menjadi satu-satunya sumber kegembiraan seorang bayi.
Ruam kulit. Kadang-kadang pada usia antara minggu keempat dan kesepuluh, banyak bayi mengalami ruam seperti jerawat di muka maupun leher, yang terdiri dari benjolan kecil dengan ujung tengah berwarna putih. Ruam datang dan pergi, kadang-kadang makin buruk kalau bayinya panas atau menangis. Menurut pendapat orang, ruam ada hubungannya dengan perubahan hormon waktu hormon ibu hilang dari sistem tubuh bayi. Orang tua tidak perlu melakukan apapun tentang ruam ini, yang akan menghilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu.
Garukan. Beberapa bayi mungkin menggaruk wajahnya, tetapi garukan ini akan cepat sembuh dengan atau tanpa pengobatan.
Penglihatan. Para ahli berbeda pendapat tentang apa tepatnya yang dapat dilihat seorang bayi pada usia ini. Beberapa studi mengatakan bahwa bayi pada usia bulan kedua tidak dapat melihat benda sejauh 2 atau 2,5 m, tetapi banyak dokter anak dan orang tua beranggapan bahwa bayi ini sudah sanggup melihatnya, kalau mereka tertarik.
Senyum. Pada akhir bulan kedua, sebagian besar bayi senyum pada sesuatu yang menyenangkannya dan mengeluarkan suara karenanya, bukan menangis.
Mengisap jari. Bukan hal yang asing dan sangat umum terjadi kalau bayi pada usia ini mulai mengisap jarinya. Jenis perilaku ini merupakan tanda awal dan penting dalam hal kepuasan diri. Isapan jari bukan tanda kurangnya susu atau kurangnya makanan. Hampir setiap bayi perlu bahan isapan tambahan, dan jempol dan jari lainnya merupakan sumber alaminya. Dot merupakan pengganti yang tepat dan, beberapa dokter gigi percaya, lebih baik untuk perkembangan gigi untuk masa depan (tetapi hal ini masih mengundang kontroversi).
Vaksinasi. Kunjungan kedua bayi ke dokter sebaiknya terjadi pada bulan kedua. Selain untuk meneruskan pengukuran pertumbuhan bayi, dokter akan memberikan vaksinasi pertama anak pada anak. (Vaksinasi hepatitis B mungkin telah dilakukan di rumah sakit tak lama setelah bayi lahir.)

Minggu, 19 Februari 2012

Air...hemmm..penting??So pasti. Bayangkan jika di bumi ini tidak ada air. Apa jadiny?Makhluk hidup sangat bergantung pada air. Sumber air kali ini minim. Bisa saja air itu menjadi barang langka jika kita tidak mau hemat.
Air pula yang bisa mematikan manusia. Kini banjir di mana-mana. Banjir bah mampu memporakporandakan sarana umum, bahkan nyawa pun melayang. Akankah air itu menjadi kebutuhan?
Air tetap masih menjadi dambaan. Bisa saja air itu menjadi langka jika kita tidak bisa memanajemen air. Nyatalah air itu penting...