Guru dalam Pusara Kepentingan
Peradaban terus bergulir seiring dengan regulasi yang terus berkembang menuntt guru untuk lebih profesional. Profesionalitas guru diukur dari lolos tidaknya sertifikasi. Ironis....jika sekadar itu apakah ada jaminan jika yang bersangkutan tidak kapabel?
Ada pihak yang mungkin beranggapan jika guru dininabobokan pemerintah. Naif, jika seorang guru dipertaruhkan nama baiknya dengan sekadar embel-embel sertifikat profesi, sedangkan kinerja nol besar. Alasan umur yang menjadi dasar sertifikasi juga sekadar memunculkan kesan'priorotas tua muda' ini menjadi tidak elok jika diteruskan.
Pemerintah sebaiknya prioritaskan yang muda untuk sertifikasi karena masa kerja dan umur masih panjang. Namun kenyataannya, fakta berkekebalikan. Guru tua lebih diutamakan dengan alasan mendekati pensiun. Lalu apa guna tunjangan sertifikasi tersebut?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar