Rabu, 25 Januari 2012
Minggu, 15 Januari 2012
ARTIKEL ISLAMI
MEMILIH SAHABAT
Manusia mudah dipengaruhi oleh lingkungannya, utamanya teman pergaulannya.Ibnu Qoyyim al- Jauziyah mengumpamakan teman pergaulan laksana makanan.Di antara makanan ada yang mengandung racun membahayakan tubuh jika dikonsumsi. Ada yang menjadi obat,diperlukan sat sakit,tapi ditinggalkan dikala sehat. Ada pula Makanan yang bergizi yang secara rutin layak untuk di konumsi.
Tipe tipe sahabat
Pertama tipe ‘RACUN’
Bergaul dengannya hanya mendatangkan kerugian. Tertular kebiasaan buruk, terpadam semangat untuk ta’at atau minimal ikut tercemar nama baiknya.Seperti bergaul dengan para pemalas akan menularkan kemalasan. Atau kepada para penyeru kesesatan akan mewariskan kesesatan. Juga orang fajir yang cepat atau lambat akan menyeret teman-temannya kepada dosa dankejahatan.
Kedua tipe ‘ OBAT’
Obat diperlukan saat sakit.Seperti relasi yang berhubungan dengan keperluan ma’syah dan jual beli. Bermuamalah dengan mereka bisa menutup sisi kekurangan duniawi kita. Namun fungsinya sebagai obat, maka takaran atau dosisnya pun harus tepat,tidak boleh berlebihan dan melampaui batas yang akan mendatangkan kemudaratan.
Ketiga tipe ‘NUTRISI BERGIZI’
Jika dikonsumsi secara teratur,kondisi tubuh menjadi fit, kekuatan tubuh akan terjaga dan seluruh fungsi tubuh akan berjalan sehat.Teman yang baik akan menginspirasi banyak kebaikan, mengingatkan saat khilaf dan menguatkan di saat lemah.
Rosulullah SAW bersabda :
“ Perumpamaan teman yang baik dan yang buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberi hadiah minyak wangi kepadamu, atau engkau akan membeli minyak wangi darinya, atau setidaknya engkau akan mencium akan aroma wangi darinya. Adapun bersama tukang pandai besi, bajumu bisa terbakar karena apinya, atau setidaknya engkau pasti mendapati bau tak sedap”.[HR.Muslim]
Pertemanan dengan orang-orang yang baik akan menjadi pupuk bagi keimanan kita. Pertemuan dengan mereka akan menyegarkan dan menguatkan keyakinan kita.Nasihat-nasihat mereka ibarat siraman air di tanah yang tandus. Betapa sangat di butuhkan teman seperti ini, apalagi disaat menghadapi pilihan yang sangat sulit.
Sahabat Pelecut Semangat
Sebagaimana dalam kontek keimanan, dalam hal menjaga semngat belajar, motivasi untuk berusaha dan antusias untuk mendapatkan kemaslahatan dan cita-cita luhur, teman juga memiliki pengaruh yang besar. Selyaknya kita bergaul dengan orang yang memiliki cita-cita besar, enerjik dan teguh pendirian. Kita berteman dengan mereka menjadi energy tersendiri untuk memupuk ‘iradah’ [kemauan] yang mulia dan melecut semngat untuk meraih segala hal yang bermanfaat.
Jika ada keterbatasan untuk mendapatkan teman yang mampu meletupkan semangat, maka kita bias mencari inspirasi dengan bergaul bersama para ulama dan tokoh sepanjang sejarah. Yakni dengan membaca sejarah dan kisah kisah mereka, sehingga kita seakan akan berteman dengan mereka.
Semoga Allah SWT menganugerahkan kepada kita para sahabat yang bias membantu dan menginspirasi kita meraih faedah di dunia dan akherat.[ Ar-risalah magazine, vol.XI No.07 ]
Rabu, 11 Januari 2012
CERBUNG
Wis dakkira yen esuk iki, aku ora bakal telat mbelu kelas. Saka omah budhal jam setengah enem esuk. NIng, pancen menungsa amung sadherma tinitah, dumadakan dalan macet. Atiku wis ora karuan ing dalan. Aja-aja aku telat mlebu kelas, ora bisa ndherek pelajarane Pak Hendro guru IPS ing sekolahku.
Tenan, wis...tamat tenan...kojur aku telat. Bakal diseneni Pak Hendro yen telat. Nanging piye maneh, aku wis ngupakara amrih ora telat. Jam pitu luwih, aku nembe tekan gerbang sekolah. Swasana sepi, amung ana Satpam ing pos lan gerbang ditutup, dakkira iya digembok. Piye ya?Atiku takon. Kudu matur piye marang pak Hendro. Panjenengane mesthi duka. Aku mlebu ruang BP sedya nyuwun idin arupa surat katerangan telat.
"Kula nuwun bu. kepareng nyuwun surat idin telat." Aturku.
"Mangga, ana apa nang?Telat maneh? Pitakone Bu Yasmin guru BP.
"Ngaten bu, wau macet."Wangsulanku karo gemeteran lan ngos-ngosan.
...............sinambung sanes wekdal ............
Kini, permulaan awal kami bangun dalam sebuah cita-cita besar. Mudah-mudahan ini menjadi langkah awal perbaikan kualitas hidup dan kehidupan yang dijalani. Masyarakat menurut saya menjadi bagian yang tak terpisahkan dan keluarga adalah nafas hidup saya. Ke depan, ini menjadi kunci perbaikan harapan hidup, ketika dinamika kehidupan semakin ganas.
Bisa saja, ini menjadi langkah dan ancang-ancang pertama pada babak pertama saya. Selebihnya merupakan ujian dari Allah SWT. BISa saja ini menjadi kilasan atau putaran roda kehidupan yang pada fase-fasenya menyimpan pesan perbaikan dan renungan kehidupan manusia, termasuk saya.
Dunia kerja bagi saya adalah sekolah, tempat saling belajar dan mempelajari sesuatu demi kebaikan. Prinsipnya yaitu saling menghormati privasi dan menjunjung rasa hormat. HEmmm... mungkinkah ini tahapan pertama yang harus saya perbaiki dalam hidup?
Sejenak, jika kerja menjadi beban hidup maka dada akan sesak. Sedangkan kedamaian kerja jauh dari perasaan hati saya. Maka, sejenak saya mengiyakan kata hati agar bekerja lebih hati-hati dan lebih baik. Semoga ini menjadi langkah pertama kebaikan yang saya semai. Amin.
Semua serba memungkinkan agar menjadi harapan, kenangan, kenyataan hidup. SEMANGAT!!!
Langganan:
Komentar (Atom)